Damai itu Indah..

Sabtu, 07 November 2009

Ludwig Van Beethoven

Ludwig van Beethoven

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari


Ludwig van Beethoven, sekitar tahun 1804
Ludwig van Beethoven (dibaptis 17 Desember 1770 di Bonn, wafat 26 Maret 1827 di Wina) adalah seorang komponis musik klasik dari Jerman. Karyanya yang terkenal adalah simfoni kelima dan kesembilan, dan juga lagu piano Für Elise. Ia dipandang sebagai salah satu komponis yang terbesar dan merupakan tokoh penting dalam masa peralihan antara Zaman Klasik dan Zaman Romantik. Semasa muda, ia adalah pianis yang berbakat, populer di antara orang-orang penting dan kaya di Wina, Austria, tempatnya tinggal. Namun, pada tahun 1801, ia mulai menjadi tuli.
Ketuliannya semakin parah dan pada 1817 ia menjadi tuli sepenuhnya. Meskipun ia tak lagi bisa bermain dalam konser, ia terus mencipta musik, dan pada masa ini mencipta sebagian karya-karyanya yang terbesar. Ia menjalani sisa hidupnya di Wina dan tak pernah menikah.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Keluarga dan masa muda

[sunting] Keluarga

Kakek Beethoven, Ludwig Louis van Beethoven (1712-1773) bertugas sebagai penyanyi di kapel istana Bonn. Ayahnya, Johann van Beethoven (1740-1792) bekerja sebagai penyanyi tenor untuk pangeran Bonn (dari tahun 1752). Ibunya bernama Maria Magdalena Keverich (1767-1787). Johann van Beethoven memaksa anaknya latihan piano berjam-jam karena menginginkan anaknya menjadi 'anak ajaib' seperti Mozart. Beethoven mengadakan konser pertamanya pada tanggal 26 Maret 1778 tapi kepandaiannya tak setara dengan Mozart pada usia yang sama.


Rumah kelahiran Beethoven di Bonn

[sunting] Masa muda

Guru komposisi pertama Beethoven adalah Christian Gottlob Neefe (1748-1798). Neefe yang melihat bakat musik Beethoven mengajari Beethoven memainkan komposisi-komposisi milik Bach dan cara berimprovisasi, dia juga membantu Beethoven menerbitkan karya pertamanya (1783). Dalam sebuah majalah musik, Neefe menulis bahwa Beethoven bisa menjadi ‘Mozart’ yang kedua seandainya ia meneruskan karirnya.


Beethoven pada usia 13 tahun
Pangeran Bonn, Franz Xaver Stelker menunjuk Beethoven sebagai wakil Neefe dalam bermain organ dan harpsikord. Pada 1783, Beethoven menerbitkan tiga sonata yang didekasikan kepada Pangeran Franz, tapi karena ia belum mendapatkan gaji dari pekerjaannya, Beethoven meminta untuk menjadi wakil Neefe secara resmi. Permohonan ini dikabulkan pada tahun 1784. Pada 1785, Beethoven menggubah tiga trio piano untuk pangeran namun karya ini tak diterbitkan sampai Beethoven meninggal. Pada saat yang sama, Beethoven belajar musik pada Franz Ries.
Pada 1787, Beethoven pergi ke Wina atas perintah Pangeran. Di sana ia bertemu dengan Mozart dan memainkan piano di depannya. Mozart sangat kagum dengan Beethoven dan dia mengatakan bahwa Beethoven bisa menjadi musikus besar pada masa depan nanti. Kunjungan Beethoven hanya sementara karena uangnya habis, dia juga dipanggil pulang ke Bonn karena ibunya sakit parah akibat TBC, yang kemudian merenggut nyawanya pada 17 Juli 1787. Beethoven terbeban mengurusi kedua adiknya yang masih kecil. Karena ayahnya pemabuk dan menghambur-hamburkan uang untuk alkohol, Beethoven meminta agar gaji ayahnya diberikan kepadanya. Beethoven mendapat penghasilan tetap dengan memberi les piano kepada keluarga bangsawan.

[sunting] Berguru kepada Haydn

Pada 1792, Joseph Haydn sedang menetap di Wina untuk sementara dalam perjalanannya menuju London. Pangeran Waldstein, salah satu teman dekat Beethoven berhasil membujuk Pangeran Franz untuk membiayai perjalanan Beethoven menuju Wina untuk belajar komposisi pada Haydn.
Pelajaran komposisi Beethoven pada Haydn tak berjalan dengan baik. Haydn memang guru yang ramah dan baik namun dia tak memberi banyak perhatian dan tidak mengoreksi tugasnya dengan teliti. Haydn menghargai Beethoven walau dia kurang mengerti ide-ide musiknya. Beethoven tanpa sepengetahuan Haydn belajar komposisi di bawah bimbingan Johann Schenk. Pangeran Franz memanggil Beethoven pulang ke Bonn tetapi Beethoven memilih untuk tinggal di Wina dan berkarir di sana sampai ia meninggal.
Pada saat Haydn pergi ke London pada awal 1794, Beethoven belajar komposisi pada Johann Georg Alberchtsberger dan Antonio Salieri. Beethoven memulai karirnya di Wina sebagai pianis. Pada Maret 1795, Beethoven membawakan Piano Concerto in Bb Major, Op. 19, dia juga mengadakan kunjungan ke Praha, Dresden, Leipzig, dan Berlin pada 1796.
DBP - 200 Jahre Beethoven - 10 Pfennig - 1970.jpg

[sunting] Di Wina

[sunting] Awal karir

Pada awal karirnya di Wina, Beethoven masih mendapat gaji dari Pangeran Franz, selain itu ia juga dibantu oleh beberapa bangsawan yang mendukungnya, antara lain Pangeran Carl von Lichnowsky. Beethoven mendedikasikan kepadanya salah satu sonata pianonya yang paling terkenal, Sonata in C Minor ‘Pathetique’, Op. 13. Masa awal Wina merupakan masa yang cukup produktif bagi Beethoven. Komposisi-komposisi yang ia gubah antara lain simfoni no. 1 dan 2, lima sonata piano termasuk ‘Moonlight’ sonata dan ‘Pastorale’ sonata, sonata biola keempat dan kelima (Op. 23 dan Op. 24), variasi cello pada Bei Mannern, welche Liebe fuhle milik Mozart, Quintet Op. 18, Septet in Eb Major, Op. 20, dan Quintet, Op. 29. Beethoven tidak hanya populer sebagai pianis virtuoso namun juga sebagai komponis. Murid-muridnya kebanyakan berasal dari keluarga aristokrat.

[sunting] Mulai periode ketulian

Pada pertengahan 1801, Beethoven menyadari bahwa daya pendengarannya mulai berkurang akibat otoslerosis. Sebuah surat yang ditemukan di sebuah rumah Beethoven di Heiligenstadt dekat Wina yang dikenal sebagai ‘Warisan Heiligenstadt’ berisikan betapa sedihnya Beethoven karena penyakit yang dialaminya. Kesedihannya memang wajar karena pada saat itu Beethoven sedang dalam puncak karirnya. Karena penyakit ini, Beethoven menjadi depresi dan dia menjadi semakin minder dalam pergaulan sosial. Salah satu alasan lain depresinya Beethoven adalah karena ia tak berhasil mendapatkan ‘teman hidup’. Banyak wanita bangsawan yang sering dicintainya namun umumnya cintanya bertepuk sebelah tangan.

[sunting] Lepas dari masa kemuraman

Pada tahun 1802, Beethoven keluar dari kemuramannya. Dia melanjutkan membuat komposisi. Pada tahun 1803 dia mementaskan Piano Concerto in Eb Major, Op. 37 dan tampil sebagai solois. Pada tahun yang sama Beethoven juga memainkan Violin Sonata Op. 47 miliknya dengan violinis virtuoso George Polgreen Bridgetower (1799-1860) dan mempersembahkan karya tersebut kepada Rudolph Kreutzer.

[sunting] Symphony No. 3 Eroica

Pada tahun 1805 menggubah Symphony No. 3 in Eb ‘Eroica’, Op. 55. Menurut temannya, Ferdinand Ries, Beethoven merobek judul asli simfoni yang didekasikan untuk Napoleon Bonaparte itu. Beethoven sangat marah setelah tahu bahwa Napoleon mengumumkan dirinya menjadi kaisar Perancis. Beethoven mengubah judul simfoni asli ini, ‘Bonaparte’ dan menulis ‘Sinfonia Eroica…composta per festiggiare il sovvenire de un grand’ uomo’ yang berarti ‘Simfoni eroika, ditulis untuk mengenang seseorang yang agung’.
Tulisan ‘Sinfonia Grande intitolata Bonaparte del Sigre’ yang terdapat pada kopi manuskrip simfoni yang pertama dan kedua dihapus Beethoven secara paksa dan meninggalkan bekas lubang. Namun, kemarahan Beethoven hanya sebentar karena beberapa bulan setelah penobatan Napoleon, Beethoven mengirim surat pada Breitkopf & Härtel ‘titel simfoni itu sebenarnya Bonaparte’ dan pada tahun 1810 dia menulis bahwa ‘misa ini mungkin bisa juga didekasikan untuk Napoleon’. Simfoni tersebut dipentaskan di kediaman Pangeran Lobkowitz pada akhir tahun 1804.

[sunting] Gaya komposisi baru

Dengan simfoni Eroica, Beethoven memperlihatkan sikap yang mau berjuang dari masa depresinya dan tak mau kalah oleh penyakit. Menurut Carl Czerny, muridnya, Beethoven mencoba gaya komposisi baru sewaktu mengerjakan tiga sonata piano, Op. 31. Hasilnya terlihat pada tiga sonata miliknya, Piano Sonata in C Major ‘Waldstein’, Op. 53, Piano Sonata in F Major, Op. 54, dan Piano Sonata in F Minor ‘Appasionata’, Op. 57. Tapi, Beethoven pernah mengomel pada Czerny bahwa dia agak kesal karena publik hanya menyukai ‘Moonlight’ sonata miliknya padahal dia bisa menciptakan lagu-lagu yang lebih bagus dari lagu itu.
Simfoni kelima Beethoven dianggap sebagai simfoni yang memulai gaya baru. Pada simfoni ini, terdapat tempo nada yang seperti mars. Hal ini tak pernah terjadi pada masa-masa sebelum Beethoven.

[sunting] Pentas opera Fidelio

Pada tahun 1805, sebuah teater mementaskan opera milik Beethoven, Fidelio, yang memiliki judul asli Leonore. Namun, pementasan ini tak berhasil karena pada beberapa hari sebelumnya, Wina ditaklukkan oleh Napoleon. Fidelio direvisi oleh Beethoven dua kali, tahun 1806 dan 1814. Beethoven juga menciptakan empat overture untuk Fidelio yang diberi judul Overture Leonore no. 1, 2, dan 3. Overture ke-4 diberi nama Overture Fidelio.
Sesungguhnya Beethoven belum memiliki pendapatan tetap. Dia baru menerima honor setelah menyelesaikan pesanan musik atau ada karyanya yang diterbitkan. Pada 22 Desember 1808, Beethoven mengadakan konser untuk mencari dana di teater Wina. Konser ini menampilkan banyak karya Beethoven yang terbaru, antara lain Symphony No. 5 in C Minor, Op. 67 dan Symphony No. 6 in F Major, Op. 68, konserto piano no. 4, dan Fantasien, Op. 80. Konser ini belum diketahui kesuksesannya dari segi keuangan.

[sunting] Ingin pindah dari Wina

Pada tahun 1808, Beethoven sesungguhnya ingin pindah dan bekerja pada Jerome Napoleon di Cassel dengan gaji 2400 gulden/tahun. Namun, teman-temannya dari kalangan bangsawannya, antara lain Pangeran Rudolph , Pangeran Lobkowitz, dan Kinsky meminta Beethoven untuk tetap tinggal dengan jaminan mereka akan membayar gaji Beethoven sebesar 4000 Gulden per tahun. Beethoven juga membuat komposisi Piano Concerto No. 5 in B Flat Major ‘Emperor’, Op. 73, yang didekasikan untuk Pangeran Rudolph dan String Quartet in E Flat Major, Op. 74. Pada tahun yang sama, Napoleon menduduki kembali kota Wina sehingga banyak bangsawan yang melarikan diri dari sana. Beethoven menciptakan Piano Sonata in Eb ‘Les adieux’, Op. 81a.

[sunting] Krisis keuangan

Pada tahun 1811, Beethoven semakin depresi pada masa sulit ini. Terutama karena ia tak berhasil mendapat jodoh. Salah satu wanita yang ia pinang adalah Countess Therese Malfatti namun ia ditolak. Beethoven juga mengalami krisis keuangan karena terjadi penurunan mata uang kertas di Wina. Harga uang menjadi seperlima dari mata uang terbaru. Beethoven juga mengalami perselisihan dengan adiknya, Johann. Namun, Beethoven mulai mengerjakan Symphony No. 7 in A Major, Op. 92 dan selesai pada awal 1812.
Pada musim semi tahun 1812, Beethoven berkunjung ke spa di Teplitz dan bertemu dengan Johann Wolfgang von Goethe, salah satu orang yang paling ia kagumi semenjak masa kecilnya. Pada tanggal 8 Desember 1813, Beethoven membuat simfoni ‘perang’ berjudul Wellington’s Victory. Beberapa komponis terkenal seperti Hummel, Mayseder, Moscheles, dan Salieri ikut ambil bagian pada pementasan simfoni ini.

[sunting] Konser besar

Pada tanggal 29 November 1814, Beethoven mementaskan Fidelio yang sukses besar. Sebagian besar anggota kongres Wina ikut menonton opera ini. Di luar kesuksesan tersebut, pendengaran Beethoven semakin lama bertambah parah. Keadaan ini bertambah parah karena Beethoven menuntut hak orang tua asuh atas keponakannya, Karl. Beethoven menganggap ibu Karl tak sanggup mengasuh keponakannya. Beethoven memenangkan kasus ini namun ia pun bukan orang tua yang baik untuk Karl. Anak itu akhirnya menjadi tertekan dan mulai bergaul dengan geng anak-anak nakal. Puncaknya adalah pada tahun 1826, saat Karl mencoba bunuh diri. Hal ini membuat Beethoven cukup mengalami depresi. Setelah sembuh, Karl kembali ke ibunya dan masuk ke sekolah militer.
Pada tahun 1817, Beethoven keluar dari depresi dan kemurungannya. Hal ini terlihat dengan saat dia membuat Piano Sonata in A Major, Op. 101. Pada tahun 1817, Beethoven menggubah beberapa komposisi untuk seorang penulis Inggris, Richard Ford. Namun, karya-karya ini tak pernah diketahui sampai ditemukan di Inggris pada tahun 1999. Selain itu, Beethoven juga mulai merencanakan untuk menggubah piano sonata-nya yang paling revolusioner, Piano Sonata in Bb 'Hammerklavier', Op. 106.

[sunting] Missa Solemnis

Pada tahun 1822, Beethoven menggubah Missa Solemnis untuk penobatan Pangeran Rudolph sebagai uskup di Olomouc pada tahun 1819. Beethoven juga memulai rancangan simfoni ke-9-nya.


Beethoven di masa tua
Pada 7 Mei 1824, Beethoven mementaskan Missa Solemnis beserta Simfoni ke-9 di Wina. Konser ini sukses besar. Tapi ada berita yang mengatakan bahwa Beethoven tidak sadar kalau konsernya telah selesai dan terus membaca partitur. Caroline Unger, salah satu solois alto dalam simfoni tersebut harus menarik baju Beethoven agar dia mau berbalik dan melihat ke arah penonton yang bertepuk tangan dengan meriah.
Pada tahun 1826, Beethoven menderita demam tinggi yang ternyata disebabkan oleh sakit ginjal. Penyakitnya tak tertolong dan dia meninggal pada 26 Maret 1827.

[sunting] Lihat pula

[sunting] Pranala luar

Wikiquote-logo-en.svg
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan:
Commons-logo.svg
Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai:
Wikisource
Wikisource memiliki naskah asli yang berkaitan dengan Ludwig van Beethoven





Jumat, 06 November 2009

Daftar Mailing List
Kirim Email ke Teman
Kirim Komentar Ke Fans

Jon Bon Jovi
Jon
Jon Francis Bongiovi Jr.
Laki-Laki
Perth Amboy, New Jersey, AS, 02 Mei 1962


Biografi :

Jon Bon Jovi memiliki nama asli Jon Francis Bongiovi Jr., lahir di Perth Amboy, New Jersey, 2 Mei 1962. Jon dikenal sebagai penyanyi, musisi, pengusaha dan juga aktor film, selain terkenal juga sebagai pentolan grup musik Bon Jovi (1983) bersama Richie Sambora, David Bryan, Tico Torres serta mantan pemainnya Alec John Such.

Pria yang juga pemilik team Football League Arena, The Philadelphia Soul itu telah berhasil menjual 120 juta copy albumnya di seluruh dunia. Tercatat album-albunya di antaranya Bon Jovi (January 1984), 7800° Fahrenheit (April 1985), Slippery When Wet (August 1986), New Jersey (September 1988), Keep the Faith (November 1992), These Days (July 1995), Crush (June 2000), Bounce (October 2002), Have a Nice Day (September 2005) dan Lost Highway (June 2007).

Sementara dalam berkarir solo, Jon telah merilis album Christmas in the Stars (1980), Blaze of Glory (1990), Destination Anywhere (1997) dan The Power Station Years (2001).

Terkait kehidupan pribadinya, Jon menikah dengan teman sekolahnya, Dorothea Hurley. Dari perkawinannya tersebut, dikaruniai empat orang anak, masing-masing Stephanie Rose Bon Jov, Jesse James Louis Bon Jovi, Jacob Hurley Bon Jovi dan Romeo Jon.


Arsip Berita Foto:



Mozart, Si Jenius yang Penurut

Judul buku : Mozart, Simfoni Hidup Sang Maestro
Penulis : Peter Gay (Penerjemah: Agung Prihantoro)
Penerbit : Bentang, Yogyakarta
Halaman : 233

Ada satu saat dalam sejarah musik di mana semua pihak yang berlawanan pandangan bersepakat, dan saat itu ada pada Mozart. Dialah komposer yang tidak perlu merevisi satu nada pun dalam karyanya.

Mozart adalah musisi dan komponis besar yang, menurut Robert Schumann, merupakan salah satu dari tiga jenius musik bersama Ludwig van Beethoven dan Johann Sebastian Bach. Pencapaiannya dianggap setingkat dengan prestasi Raphael dan Shakespeare di bidangnya. Sebagian orang menyebutnya salah satu jenius terbesar dalam peradaban Barat. Dia telah menghasilkan lebih dari 600 karya selama hidupnya yang hanya 35 tahun.

Namun, Mozart yang jenius ternyata juga memiliki sisi lain kehidupan yang menarik, terutama hubungannya dengan ayahnya, Leopold Mozart--seorang musisi profesional berpendidikan tinggi. Mozart seorang anak penurut yang taat kepada ayah dan keluarganya.

Lahir dari keluarga musisi pada 27 Januari 1756 di Salzburg, Austria, Wolfgang Amadeus Mozart menjadi sosok fenomenal. Pada usia tiga tahun ia telah belajar musik dan memahami pelajaran secepat pelajaran itu diberikan kepadanya. Pada usia lima tahun ia telah mencipta beberapa karya dan kord-kord yang menyenangkan. Saat berumur enam tahun ia telah menulis sejumlah karya cantik untuk harpsikord dan berupaya menciptakan sebuah konserto.

Mozart kecil, Si Anak Ajaib yang dikenal sebagai pencipta Eine Kleine Nachtmusik, juga simfoni, konserto, opera, dan sonata, tak ubahnya sebuah bintang nan amat cemerlang di angkasa musik. Bukan saja musik-musik gubahannya mempesona, tapi ia juga melambangkan kejeniusan yang fenomenal. Julukan "sang maestro Mozart" diberikan kepadanya ketika usianya belum genap delapan tahun. Di sisi lain, kehidupan keluarganya yang penuh gejolak juga patut disimak. Leopold seorang figur dominan. Dan Mozart, di luar bakat briliannya sebagai komposer, terus menjadi "anak kecil" di bawah bayang-bayang ayahnya.

Kisah hubungan antara Mozart dan ayah menjadi sorotan utama buku ini. Hidup sebagai borjuis lokal membuat ayah Mozart sangat berambisi menjadikan anak-anaknya pekerja keras demi kehidupan dan martabatnya kelak. Karenanya, keluarga Mozart memegang teguh nilai-nilai borjuis lokal: kerja keras, jujur, setia pada pasangan, dan cepat melunasi tagihan.

Wolfgang Mozart adalah anak yang baik dan penurut, tapi apakah Leopold ayah yang baik? Pengaruh ayahnya tampak sangat jelas dan bertahan sangat lama sehingga tak seorang pun penulis biografi Mozart dapat melewatkan hubungan ayah-anak yang penting ini. Leopold Mozart adalah guru, kolaborator, penasihat, perawat, sekretaris, impresario, agen pers, dan pemandu sorak bagi Mozart.

Sejak sangat belia, Mozart tahu siapa yang paling berjasa bagi dirinya: "sesudah Tuhan", katanya, "papa-lah yang paling banyak berjasa." Meski terkadang dengan kesabaran dan kerendahan hati yang menyentuh, ia menangkis tuduhan kasar ayahnya yang hampir selalu tanpa dasar menduga Mozart melakukan kesalahan atau kekeliruan tertentu. "Aku hanya memiliki satu permintaan," tulisnya dengan nada sedih pada akhir 1777, ketika usianya mendekati dua puluh dua, "yaitu janganlah terlalu berprasangka buruk tentang diriku."

Sikap ayahnya yang demikian merupakan tuntutan sekaligus kekhawatiran sang ayah terhadap kehidupan keluarganya. Sebagai keluarga sederhana, tumpuan hidup keluarga Mozart diperoleh dari kegiatannya bermusik. Singkatnya, ada beragam motivasi yang membentuk hubungan Leopold dengan sang anak, dan ini sangat manusiawi. Langkah-langkah Leopold ini di antaranya didorong oleh kekhawatirannya yang irasional tentang keuangan keluarga.

Mozart merupakan komponis pertama dalam sejarah yang berusaha hidup dari pekerjaannya sebagai seniman yang berdiri sendiri. Ini terjadi, terutama setelah hubungannya dengan Uskup Agung Hieronymus, Pangeran Colloredo, retak pada 1781. Sampai akhir hayatnya, Mozart hidup dalam kemiskinan. "Keliru kalau orang mengira bahwa seni datang dengan gampang pada saya. Tidak seorang pun yang mencurahkan begitu banyak waktu dan pikiran bagi komposisi seperti saya. Tidak ada seorang empu masyhur yang musiknya tidak saya kaji berulang-ulang."

Penjelasan Mozart di atas mungkin ia pandang perlu karena pencinta musik gubahannya banyak yang mempercayai bahwa musik adalah urusan gampang bagi jenius ini. Wajar saja dugaan itu muncul. Di tangan Mozart, musik seakan lahir begitu saja dan mengalir indah, dengan style yang bisa dikatakan sempurna. Yang mendengar musik Mozart pun lebih kurang akan berpandangan sama.

Kemasyhuran Mozart di bidang musik menyebabkan nama dan komposisinya--selain Johann Sebastian Bach--menjadi paling sering dijadikan tema festival di seluruh dunia, hingga kini. Sebagian dari festival itu sudah berumur bertahun-tahun dan termasuk festival yang bergengsi di dunia, seperti halnya Mostly Mozart Festival di New York yang sudah berumur 37 tahun dan selalu dihadiri artis-artis besar dunia.

Komponis besar ini hanyalah satu dari sekian banyak komponis kondang dari Austria. Sebut saja Ludwig van Beethoven, Anton Bruckner, Franz Joseph Hayden, Franz Schubert, Johann Srausses, Franz von Suppe, Franz Lehar, Gustav Mahler, Richard Strauss, Alban Berg, Anton Webern, dan Arnold Schoenberg. Austria juga menghasilkan dirigen kondang, misalnya, Felix Weingartner, Clemens Krauss, dan Herbert von Karajan. Itulah sebabnya Austria disebut sebagai "Bumi Musik". Di Winna, Austria, ada dua gedung opera yang begitu kondang, Volksoper (Opera Rakyat) yang dibuka pada 1904, dan Vienna State Opera yang dibuat pada 1869.

Puluhan, atau bahkan ratusan, buku telah dibuat tentang Mozart. Sejarah hidupnya telah banyak ditulis. Masa hidupnya yang pendek, tapi menarik, menjadi sumber cerita yang dirangkai secara imajinatif oleh Franz Xaver Niemetschek, pemuja Mozart dari Praha, dalam Leben des K.K.Kapellmeisterswolfgang Gottlieb Mozart nach Originalquellen Beschrieben (1798). Ia juga dianggap sebagai penulis pertama biografi Mozart.

Sebuah biografi utuh terbaru karya Maynard Solomon, Mozart: A Life (1995),merupakan buku yang sangat mengesankan karena penulisnya memakai perspektif psikoanalisis dalam mengeksplorasi penguasaan musik Mozart. Sebuah buku lebih dari 600 halaman ini mampu menyuguhkan informasi tentang karir musik Mozart dan menelisik kehidupan batinnya yang ditulis secara mendetail. Dan masih banyak buku-buku yang lain.

Sementara itu, buku yang ditulis oleh Peter Gay ini terfokus pada konflik endemik ayah-anak, dan banyak mengutip buku hasil tesis Solomon. Inilah sisi lain kehidupan Mozart. Di satu sisi, dia harus menerima perlakuan ayahnya yang dominan terhadap dirinya, di sisi lain dia harus tetap mencipta dan menggubah karya musik yang bagus.

Bahkan, kisah hidup Mozart juga diangkat dalam pita seluloid pada 1984. Sebuah film yang diangkat dari cerita hidup Mozart berjudul Amadeus garapan sutradara Milos Forman telah memenangkan delapan Academy Award--sebuah penghargaan yang luar biasa.

Dalam sakit parah di masa-masa akhir hidupnya, sebuah Requiem agung diciptakannya, yang ternyata menjadi pengantar kematiannya sendiri pada 1791. Mozart segera dilupakan orang. Tanda kuburnya pun tak pernah diketahui pasti hingga sekarang. Seniman besar sepanjang abad ini mewarisi dunia dengan karya musik dalam jumlah dan nilai keindahan yang luar biasa.

Kini, penghargaan dan festival musik di seluruh dunia yang menggunakan namanya semakin banyak. Penghormatan dan penghargaan kian meluas. Selanjutnya, kita layak menyimak sebuah kaidah mazhab Mozartian: semakin orang menganggap serius musik Mozart, semakin serius dia diperhitungkan.

Kesuksesan delon...

Delon
(by: agnes_faith). View : 805 kali

Stanislaus Alexander Liauw Delon Thamrin, lebih dikenal sebagai Delon Thamrin (lahir di Jakarta,20 Mei 1978) adalah seorang penyanyi indonesia yang merupakan runner-up indonesia idol musim pertama (2004). Delon mempunyai latar belakang sebagai wedding singer. Ia menggemari Josh Groban, seorang penyanyi asal Amerika.

Debut akting Delon dimulai dengan membintangi film layar lebar berjudul Vina Bilang Cinta (2005) yang meraih prestasi cukup lumayan di box office Indonesia. Dalam film ini ia beradu akting dengan aktris peraih Piala Citra FFI 2005, Rachel Maryam Di putaran akhir final Indonesian Idol musim pertama Delon banyak melantunkan lagu-lagu balad romantis. Perjalanannya menuju babak puncak ini disertai kontroversi bahwa ia terus melaju hanya karena wajahnya yang menarik serta latar belakang hidupnya yang mengundang simpati dari masyarakat, media banyak mengekspos bahwa Ibu Delon mengidap penyakit jantung dan Delon bekerja keras untuk mendapatkan biaya pengobatannya. Delon juga sering dikritik kurang mampu menyanyikan lagu bertempo tinggi. Namun popularitas Delon terus meningkat dan tetap mendapat dukungan penggemar-penggemar setianya yang disebut Deloners, dan terus melaju sampai babak puncak.

Meskipun kalah tipis dalam perhitungan suara akhir yang menentukan pemenang Indonesian Idol, yang dimenangkan oleh Joy Tobing, Delon dinobatkan menjadi Indonesian Idol beberapa bulan kemudian. Hal ini dikarenakan Joy Tobing memutuskan untuk keluar dari manajemen artis IP (Indomugi Pratama) sebagai pihak manajemen yang ditunjuk oleh FreMantle Media selaku pemegang brand Indonesian Idol bersama dengan RCTI, BMG dan IP Manajemen.

Lagu "Karena Cinta" yang diciptakan oleh Glenn Fredly khusus untuk pemenang Indonesian Idol yang dibawakan pada saat pertunjukan final, akhirnya dirilis oleh Perusahaan rekaman BMG ke dalam album Delon. Pada malam result show Delon membawakan lagu "The Prayer".

Setelah Indonesian Idol, Delon pun banyak membintangi iklan, bermain sinetron, dan layar perak.

Delon juga telah merilis album bersama salah satu penyanyi dari Jepang dengan lagu hits "Koko rono tomo" Beberapa komunitas Masyarakat Indonesia yang bermukim di Luar Negeri, mereka mengundang Delon untuk mengisi acara charity & keagamaan, spt. Singapore, Canada, Seatle, Jepang & Australia. Di bulan April 2008, Delon juga sempat datang ke Amerika Serikat untuk memenuhi undangan Gereja Bethel Indonesia disana. Delon telah membuktikan eksistensinya di dunia nyanyi dan entertainment. Dia juga telah membuktikan bahwa dengan kualitas suaranya, dia dapat bertahan hingga saat ini. Delon adalah salah satu jebolan Indonesian Idol yang tetap eksis karena kualitas, tidak hanya modal tampang (seperti yang dulu sering diucapkan para juri saat spektakular show 2004)

Discography:

Bahagiaku

The Sweetest Gift from Delon

Single Indah Pada Waktunya duet dengan Irene pada album Perasaanku.

Sumber : wikipedia

Kesuksesan Joy Tobing..

Joy Tobing
(by: agnes_faith). View : 826 kali

Joy Destiny Tiurma Tobing atau dikenal dengan nama Joy Tobing adalah seorang penyanyi pop Indonesia yang mulai mencuat namanya setelah memenangkan acara adu bakat Indonesian Idol pertama pada 2004 lalu.

Joy bukan hanya seorang penyanyi yang tercatat sebagai juara pertama Indonesian Idol I, melainkan ia juga seringkali memberi kesaksian bahwa apa yang dialaminya merupakan campur tangan Allah.

Dalam beberapa kesempatan, perempuan berdarah Batak ini juga sering membawakan lagu-lagu rohani, baik dalam acara TV maupun dalam pelayanan di gereja. Bukan hanya lagu rohani saja, ia pun sedang merampungkan album pop. "Sekarang aku sudah mempersiapkan album pop. Doakan album ini akan rampung secepatnya," katanya. Ditanya mengenai perasaannya saat melantunkan lagu rohani, Alumnus Sastra Inggris Universitas Kristen Indonesia ini mengatakan, membawa lagu puji-pujian berbeda dengan saat kita menyanyikan lagu duniawi. "Bedanya kalau kita menyanyikan lagu dunia memang tak lepas dari penghayatan hati. Sedangkan lagu puji-pujian selain harus mengerti artinya, kita juga memilik beban. Dalam arti, bila hanya menyanyikannya tanpa menghayati isi lagu tersebut, ya sama juga bohong. Soalnya lagu puji-pujian menganduing makna, yakni Firman Tuhan. FirTu bertahta di atas lagu puji-pujian.

Sebetulnya memjadi penyanyi rohani lebih berat daripada penyanyi duniawi, betapa tidak? Di saat menyanyikan lagu rohani, kita harus memberikan contoh yang baik bagi orang lain dan tidak boleh asal bicara. Terkadang, kata-kata atau tidak. Intinya, kita harus bias menerapkan isi lagu itu dalam kehidupan kita sehari-hari.

Prestasi demi prestasi dalam menyanyi diraih Joy dengan hasil yang memuaskan. Tapi jangan salah, untuk meraih semua itu bukanlah hal yang mudah, butuh perjuangan dan kemauan keras. "Dukungan keluarga dalam hal ini menjadi sebuah motivasi yang kuat untuk mengasah bakatku."

Joy telah merilis seumlah album seperti Album Rohani dan Batak (Joy Record, Rhema record, 1996-2003), Terima Kasih (BMG Indonesia 2004), Rise (2005), Mukjizat tu Nyata (Rhema Records 2006), Faithfull (2008).

Joy sekarang sedang mengajar vocal di sebuah lembaga musik. Sesuai dengan keinginannya menjadi seorang guru vokal, maka ia selalu menyediakan waktu bagi muridnya untuk berlatih vokal tanpa mematok biaya.

Sumber : Praise magazine

Bethany Dillon..


Bethany Dillon (lahir dengan nama Bethany Adelsberger) pada 22 September 1988 di Bellefontaine, Ohio adalah seorang artis Contemporary Christian music. Saat ini dia telah menikah dengan Shane Barnard. Bethany mulai bermain gitar pada umur 10 tahun dan karir musiknya dimulai pada umur 13 tahun dengan sebuah album independent (Vulnerable) yang akhirnya sampai ke tangan EMI executive Brad O'Donnell.
Album debut dengan namanya sendiri direlis pada tahun 2004 dan berhasil menjadi the highest selling female solo debut album for the year. Hal tersebut membuatnya meraih nominasi Gospel Music Association(GMA) dengan kategori Female Vocalist and New Artist of the Year. Single Radionya "All I Need" mencapai posisi Nomer Satu di tangga lagu Amerika.
Dillon merilis album keduanya dengan judul "Imagination" pada bulan Agustus 2005. Dan album ketiganya,"Waking Up" dirilis pada 3 April 2007 dengan bekerja sama dengan Ed Cash, hampir semua lagu ditulis oleh Dillon. Album "Waking Up" menjawab pertanyaan-pertanyaan besar tentang penderitaan, kemandulan, kerapuhan, romansa, dan kesetiaan. Seperti para penulis Betania telah menjadi teladan untuk itu, dia membuktikan bahwa dia mendorong dirinya untuk memiliki keinginan hidup dan menolak untuk mudah puas, merasa baik. Namun, seperti pemazmur, Betania memiliki kegemaran untuk mencari penebusan di tengah-tengah penderitaan.
Dillon muncul dalam Music inspired yang menjadi Soundtrack film "Chronicles of Narnia", dengan menyanyikan lagu "Hero". Juga satu lagu dari album "Imagination", yang berjudul "Dreamer", adalah menjadi lagu pengiring pada akhir film tersebut.
Discography
  • Bethany Dillon (2004)
  • Imagination (2005)
  • Waking Up (2007)
  • So Far: The Acoustic Sessions (2008)
  • In Christ Alone: Modern Hymns of Worship (with Matt Hammitt) (2008)
  • Stop & Listen (2009)
Sumber : wikipedia.com



   Comment

NO COMMENT YET!!!





Ketika istri dan suami gila Judi

The Karate Kid

Paul Gilbert Beraksi

Bertobatnya Raja Copet

Hancurkan Kuas Gelap Dengan Kasih





Badai Kerispatih Akan Buat Band Baru

Making Wise Choices

Nexus One: Produk Google Saingan Apple

Avalon Meraih Peringkat Pertama Untuk Kali Ke-22

Pedasnya Oseng-Oseng Mercon Bu Narti










Anthony W.Demore..

Yahweh's People - God's People, berkotbah, mengajar dan membawa injil ke jalanan kepada semua bangsa, suku, bahasa dan manusia dengan lirik-lirik lagu yang berpusat kepada Kristus. Anthony W. DeMore alias. AD atau Bro. DeMore, berasal dari The BX (Bronx) mengajak orang Kristen untuk berdiri teguh di atas dasar kebenaran, yang adalah Kristus, pada saat kebenaran disebut sebagai kesalahan dan kesalahan disebut sebagai kebenaran.
Sama seperti kebenaran Kristus yang selalu menimbulkan kontroversi, album Yahweh's People juga akan membuat kepala berputar. Album ini bukan untuk orang Kristen yang tawar hati namun ini akan seperti pedang bermata dua yang memotong dan menusuk sampai ke sumsum rohani semua orang. Ambil pedangmu( Alkitab)!
AD alias DeMore telah berkotbah dan mengajar sebagai penatua di Coop-City SDA Church selama enam tahun dan menjadi penulis lagu sejak berumur 15 tahun. Dia pernah dinyatakan gila! Sebelum menerima Kristus pada tahun 2000, DeMore adalah pendiri dan lead vocal sebuah band hip-hop, metal yang bernama"AD". Bersama dengan "AD" , dia melakukan tur keliling eropa dan merekam dua CD. Dia juga seorang guru NYK public school, penyair, penulis scenario dan seorang pemain drama.
Yahweh's People adalah musik kehidupan, musik yang keluar dari kegelapan dan masuk ke dalam terang Tuhan, musik kasih dan kebenaran . Tuhan dapat membangkitkan Anda, membebaskan tawanan dan memutuskan ikatan semua musik. Tuhan akan kembali. Melalui lagu-lagunya, AD berkotbah dan menyatakan nama Tuhan. Musiknya menyampaikan pesan-pesan akhir zaman.
Album yang dirilis pada bulan November 2007 dengan judul "Yahweh's People" ini berisi 14 track sebagai berikut :
1. Refuge
2. Out Here
3. Brethren
4. My God
5. Lord I love You
6. Those Words Are Life
7. Oh My Lord
8. Is This Your Life
9. Babylon is Fallen
10 Move Lord Move
11. Its Like
12. Dark Terrain
13. God of Peace
14. A PLace For Me

Sumber : christianmusic.about.com