Damai itu Indah..

Sabtu, 09 Januari 2010

Meriahnya perayaan Natal di Cina

8/01/ 2010
Total View : 917 kali
Beberapa minggu terakhir ini sudah menjadi saat yang sibuk bagi Wang San Ping. Ping memiliki sebuah toko Natal kecil di dekat Kedutaan Besar Amerika di Beijing. Ping, sebagaimana pedagang lainnya yang memiliki usaha di jalan itu, sedang berusaha menarik perhatian para pembeli untuk berbelanja di musim Natal ini.
Beberapa tahun terakhir, Natal di Cina telah menjadi bisnis yang menghasilkan uang yang besar di Cina, tapi tahun ini, suasana tidak semeriah biasanya.
Tradisi Natal telah menjadi saat tersibuk dalam kalender ekonomi Cina, sebagaimana halnya pabrik-pabrik berusaha keras untuk mengekspor barang-barang buatan Cina senilai miliaran dolar yang sebagian besar akan berakhir di bawah pohon Natal di seluruh dunia.
Namun krisis ekonomi global telah memukul perekonomian Cina dan orang-orang dari luar negeri juga tidak membeli barang-barang buatan Cina seperti dulu. Tapi tetap saja hal itu tidak dapat menghentikan Cina untuk masuk dalam semangat liburan.
"Banyak orang di seluruh dunia merayakan liburan Natal ini dan kami senang bisa ikut bergabung dalam perayaan ini," ujar salah seorang penduduk.
Dari hotel ke restoran, rumah sampai mal perbelanjaan, liburan tradisional dunia barat ini semakin menjadi tradisi tahunan di Cina dengan citarasanya sendiri.
"Ini adalah bagian dari Cina yang segala sesuatunya berbau barat," ujar sepasang suami istri Cina menjelaskan. "Dan Natal adalah satu hal lagi yang perlu ditambahkan ke daftar."
Biasanya orang Cina akan merayakan Natal dengan menghiasi rumah mereka dengan pohon Natal, memasak dan memakan makanan yang spesial serta menghabiskan waktu bersama dengan keluarga dan teman-temannya.
"Saya berencana untuk mengajak beberapa teman makan malam bersama. Kami akan bertukar kado dan menyanyikan lagu-lagu. Pasti akan menjadi waktu yang menyenangkan," ujar salah seorang wanita Cina.
Bagi banyak orang yang merayakan Natal di Cina, hari libur tak ada hubungannya dengan kelahiran Kristus. Bahkan ketika CBN News menanyakan kepada orang-orang yang berada di jalan-jalan kota Beijing, banyak yang tidak menyadari makna dari Natal itu sendiri.
"Apakah Anda tahu mengapa orang-orang di barat merayakan Natal?" maka salah seorang wanita akan menjawab sambil tertawa, "Saya tidak tahu."
Pemilik toko Natal Wang San Ping ditanyakan pertanyan yang sama dan ia menjawab, "Saya juga tidak terlalu tahu. Saya pernah mendengar bahwa itu ada hubungannya dengan seseorang yang disebut Yesus tapi saya tidak terlalu yakin."
Sementara kebanyakan orang Cina tertarik pada aspek sekuler dan ekonomi dari Natal, banyak yang dalam beberapa tahun terakhir ini berbondong-bondong datang ke gereja yang diijinkan pemerintah dan juga ke gereja-gereja bawah tanah untuk merayakan kelahiran Kristus.
Dua puluh tahun yang lalu, hanya sedikit orang yang tahu apakah Natal itu. Namun hari-hari ini, di kota-kota besar Cina, bahkan di beberapa bagian pedesaan, semakin banyak orang yang gembira mengikuti tradisi barat ini. Dan beberapa di antaranya merayakan untuk memahami makna dari Natal yang sebenarnya.

Sumber : cbn.com


Politisi AS mencoba menyelamatkan Natal di Negaranya.

SUNDAY, 9/01/ 2010
Total View : 734 kali

Walaupun 25 Desember telah berlalu, tetapi bukan berarti natal telah berlalu. Bahkan sebenarnya peringatan hari kelahiran Tuhan Yesus tidak hanya dirayakan pada satu hari itu saja, tetapi setiap hari.
Ada hal menarik dari peristiwa di bulan natal ini, tepatnya di Amerika Serikat dimana seorang politisi dari Partai Republik Henry Brown mempertanyakan mengenai pesan "Selamat Berlibur" yang ditulis dan dikirimkan oleh masyarakat di negaranya tersebut.
Brown merasa hal itu tidaklah benar karena kata "Selamat Berlibur" tidaklah memiliki makna yang sama dengan Natal. Oleh karena itu, untuk menjaga kesalahan itu tidak berlanjut seterusnya maka ia mengajukan pemecahan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat.
Dalam usulannya, ia menyatakan perlunya perlindungan terhadap simbol dan tradisi natal yang sudah memudar saat ini dikalangan masyarakat AS.
Menanggapi tindakan yang dilakukan Brown, Robert Boston dari American's United for Separation of Church and State mengatakan bahwa apa yang dilakukan orang tersebut adalah sesuatu yang lucu dan tidak perlu ditanggapi oleh dewan. Menurutnya, apa yang terjadi saat ini di AS adalah hal yang wajar dan tidak perlu dibesar-besarkan.
Berdasarkan hasil poling yang dilakukan Rasmussen poll di bulan November lalu, penduduk dewasa AS lebih memilih untuk menggunakan kata "Selamat Natal" (72%) dibandingkan "Selamat Berlibur" (22%) untuk mengucapkan Natal kepada orang-orang sekelilingnya.
Sementara itu dari lembaga poling yang sama, hasil dari poling mengenai bagaimanakah pandangan terhadap Natal? 66 persen responden menyatakan itu adalah hari raya keagamaan, sedangkan 20 persen menganggap sebagai hari raya sekuler.
Menanggapi hasil poling yang ada, Brown mengatakan bahwa dunia sedang dalam masalah karena nilai-nilai yang ada dalam natal makin lama makin memudar setiap tahunnya. Di sisi lain, ia mengaku sangat optimis bahwa jalan keluar yang ia tawarkan kepada para anggota dewan akan dikabulkan.
Natal seharusnya memang bukanlah diketahui dengan libur panjang dan kegembiraan karena banyak pernak pernik yang terlihat, tetapi lebih kepada Yesus Kristus sendiri yang dahulu menjadi seorang anak manusia tetapi sekarang sudah menjadi penyelamat hidup umat manusia.

Sumber : cbn.com/bm


   Archive Comment

All Comments : 3

·  RI.LI
2010-01-03 18:04:20
Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.sepertinaya hal ini akan digenapi...

·  

Rabu, 06 Januari 2010

Rumah Era Yesus Hidup Di Temukan Di Nazareth..

SUNDAY, 03 JANUARY 2010
Total View : 952 kali
Sampai sekarang, para arkeolog hanya bisa menemukan makam tetapi tidak sisa-sisa rumah-rumah dari zaman Yesus di Nazaret, di mana Dia menghabiskan sebagian besar hidup-Nya. Bagaimanapun, para ilmuwan itu tidak menarik setiap hubungan langsung antara rumah-rumah pada zamannya dengan Yesus sendiri. Sebaliknya, mereka lebih menyoroti lingkungan bangunan dimana Yesus tumbuh besar.
"Bangunan ini menunjukkan pertama kalinya sebuah rumah orang Yahudi yang hidup di desa Nazaret ditemukan sehingga dengan demikian dapat diketahui seperti apa cara hidup pada masa Yesus," ujar Yardenna Alexandre, Direktur penggalian di Israel Antiquities Authority.
Para penggali sebenarnya mulai bekerja di kediaman pada musim panas lalu, tetapi mereka tidak yakin bangunan itu dari zaman Yesus sampai bulan ini (Desember, red).
Alexandre mengatakan bahwa bangunan tersebut berukuran "kecil" dan "sederhana," dan mungkin merupakan sebuah kekhasan dari tempat tinggal di Nazaret pada saat itu.
Bekas bangunan yang tersisa itu terdiri dari dua kamar dan sebuah halaman di mana terdapat tangki air kecil yang digunakan sebagai tempat tadahan air hujan untuk. Ada beberapa artefak dari dalam gedung yang sebenarnya dapat diperbaiki, tetapi hanya pecahan-pecahan tembikar dari periode Romawi awal yang akhirnya bisa ditemukan.
Dari penelitian yang dilakukan selama berbulan-bulan yakni melalui observasi diketahui bahwa Nazaret adalah sebuah desa kecil pedesaan dimana disana hanya terdapat sekitar 50 rumah. Bahkan Alexandre mencatat, penduduk Nazaret adalah orang Yahudi sederhana. Hal ini didasarkan pada pecahan-pecahan tanah liat dan kapur yang ditemukan di dalam gedung. Ada sisa-sisa kaca pembuluh atau produk impor, yang menyarankan penduduk itu adalah "sederhana."
Sisa-sisa bangunan yang ditemukan dekat di Gereja Kabar Sukacita (the Church of Annunciation, red), di mana banyak orang Katolik percaya disitulah Malaikat Gabriel mengatakan kepada Maria bahwa ia akan mengandung seorang anak yang adalah Anak Allah.
Situs yang ditemukan itu akan tetap dipertahankan sebagai bagian rencana dari pembangunan gedung pusat Kristiani baru yang akan dibangun di dekatnya.

Sumber : christianpost.com/bm